Faktor-Faktor Demografi yang Mempengaruhi
Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk di dunia ini makin cepat,
mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial,
ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya. Dengan begitu, maka bertambahlah
sistem matapencaharian hidup menjadi lebih kompleks.
Secara umum ada tiga faktor utama demografi yang
mempengaruhi pertumbuhan penduduk, di antaranya sebagai berikut:
1. Kelahiran
(Fertilitas)
Kelahiran
adalah istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan
hidup, atau dalam pengertian lain fasilitas adalah hasil produksi yang nyata
dari fekunditas seorang wanita. Berikun ini penjelasan mengenai pengukuran
fertilitas:
a. Pengukuran fasilitas tahunan adalah
pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah
penduduk pada tahun tersebut. Adapun ukuran-ukuran fertilitas tahunan adalah:
-
Tingkat fertilitas kasar (crude birth
rate) adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000
penduduk.
-
Tingkat fertilitas umum (general fertility
rate) adalah jumlah kelahiran hidup per-1000 wanita usia reproduksi (usia
14-49 atau 14-44 tahun) pada tahun tertentu.
-
Tingkat fertilitas menurut umur (age
specific fertility rate) adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan
pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
-
Tingkat ferlititas menurut ukuran urutan penduduk (birth order specific fertility rates) adalah perhitungan fertilitas
menurut urutan kelahiran bayi oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.
b. Pengukuran fertilitas
komulatif adalah pengukuran jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang
perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnya. Adapun ukurannya adalah:
-
Tingkat fertilitas total adalah jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan
jumlah tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan
catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa
reproduksinya dan tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada priode
waktu tertentu.
-
Gross reproduction rates adalah
jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa
reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum
mengakhiri masa produksinya.
2. Kematian (mortalitas)
Kematian adalah
ukuran jumlah kematian umumnya karena akibat yang spesifik pada suatu populasi.
Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per- 1000
individu per-tahun, hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada
populasi 100.000 terdapat 950 kematian per-tahun.
3. Perpindahan (migrasi)
Migrasi adalah
peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Dalam banyak kasus organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan makanan
yang baru untuk menghindari kelangkaan yang mungkin terjadi karena datangnya
musim dingin atau kerana over populasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya
fertalitas penduduk:
1. Faktor demografi,
antara lain adalah:
a. Struktur umur
b. Struktur perkawinan
c. Umur kawin
pertama
d. Paritas
e. Disrupsi
perkawinan
f. Proporsi yang
kawin
2. Faktor non demografi, antara lain adalah:
a. Keadaan ekonomi
penduduk
b. Perbaikan status
perempuan
c. Tingkat
pendidikan
d. Urbanisasi dan
industrialisasi.
Macam Macam Migrasi
Apakah Kamu tahu Macam-Macam Migrasi ??
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke
tempat yang lain.
Pertama , Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
- Imigrasi
=> Masuknya penduduk ke suatu negara
- Emigrasi
=> Keluarnya penduduk ke negara lain
- Remigrasi
=> Kembalinya penduduk ke negara
Kedua , Migrasi
Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
- Urbanisasi
=> Dari Desa ke Kota
- Transmigrasi
=> Dari Pulau ke Pulau
- Ruralisasi
=> Dari Kota ke Desa
- Evakuasi
=> Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
Struktur Penduduk
Komposisi penduduk adalah dimana suatu Negara yang
mempunyai wilayah yang luas dan memiliki banyak penduduk didalam satu Negara
tersebut, dari banyaknya penduduk tersebut akan dikelompokan berdasarkan
kriteria tertentu.
Biasanya dalam pengelompokan itu kriteria yang diambil
kebanyakan adalah umur, jenis kelamin, mata pencaharian, dan tempat tinggal.
Semua itu dikelompokkan agar tidak terjadi masalah-masalah sepele yang timbul.
Struktur penduduk terdiri dari 3 jenis, yaitu :
- Piramida Penduduk Muda : Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk
dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih
besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara
– negara yang sedang berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia.
- Piramida Stationer : Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan
penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat
kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk system ini
terdapat pada negara-negara yang maju seperti Swedia, Belanda dan
Skandinavia.
- Piramida Penduduk Tua : Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan
adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian
yang kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka
suatu Negara bias kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida
penduduknya seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.
Bentuk-Bentuk Piramida
Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi 3,
yaitu piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk stasioner, dan
piramida penduduk tua (konstruktif) :
Piramida Penduduk Muda (Expansive).
Suatu wilayah
yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah
sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini
dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya
adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia,
Filipina, dan India
Piramida Penduduk Stasioner.
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka
kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa
Barat.
Piramida Penduduk Tua (Constructive).
Suatu wilayah
memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang
rendah. Piramida ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih
sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah
maju, misalnya Amerika Serikat.
Rasio Ketergantungan.
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah
perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah
penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64
tahun.
Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni
Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua :
- Rasio
Ketergantungan Muda adalah
perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur
15 – 64 tahun.
- Rasio
Ketergantungan Tua adalah
perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk
di usia 15-64 tahun.
Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat
digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi
suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency
ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin
tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya
beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup
penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency
ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang
ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum
produktif dan tidak produktif lagi
Perkembangan kehidupan di indonesia
Negara
Kesatuan Republik Indonesia merupakan kawasan yang terdiri atas berbagai pulaun
yang terletak antara malaysia di sebelah barat, Filipina di sebelah utara,
Papua New Guinea du sebelah timur, dan Australia di sebelah tenggara. Negeri
ini dibatasi oleh Samudra India di selatan, Laut Cina di utara, dan Samudra
Pasifik di timur. Indonesia diperkirakan terdiri dari sekitar 17.000 pulau
besar dan kecil, terbentang sepanjang 81.000 km. Negeri yang mendapat sebutan
Zamrud Khatulistiwa ini terbentang antara 5°54' LU dan 11° LS dan antara 95°BT
dan 141°02' BB. Negeri Kepulauan ini terletak di daerah equqtorial sehingga
cukup mendapatkan cahaya matahari dam panjang hari kurang lkebih 12 jam siang
dan 12 jam malam. Setiap tahun terbagi menjadi dua musim, yakni musim kemarau
dan musim penghujan. Beberapa daerah memiliki hujan tropik yang lebat seperti
di Indonesia bagian barat, Sumatera dan Jawa Barat dan beberapa bagian memiliki
hutan savana seperti Jawa Timur dan beberapa pulau di sebelah timur. Beberapa
pulau memiliki hutan kerangas (Bangka, Belitung, dan Kalimantan) dan beberapa
pulau lain memiliki rawa-rawa seperti Kalimantan Selatan dan Sulawesi tenggara.
@Dalam hutan ini hidup berbagai hewan seperti gajah, cula badak, tulang atau
daging harimau, sarang walet, produk hutan seperti barus (resin), kayu cendana,
kayu gaharu, merica, cengkih, dan berbagai bahan obat-obatan. Lingkungan Fisik
dari berbagai pulau sanghat beragam, dari lingkungan rawa-rawa atau wetland
yang merupakan daerah endapan aluvial hingga ke daerah rawa-rawa hutan gambut
yang asam dan tidak subur; atau dari lingkungan pegunnungan yang tandus dan
kering. Beberapa pulau seperti Jawa dan Bali khususnya sangat subur dan
tanahnya dilapisi endapan hasil erupsi gunung berapi yang andesitik, sumatera Barat
dengan Gunung Kerinci dan Sulawesi Selatan di kaki Gunung Lompobatang dan
Toraja di Sulawesi. Dari masa purba beberapa daerah meninggalkan fosil
kehidupan atau sisa-sisa kehidupan yang relatif padat dan gua-gua bekas hunian
masyarakat masa lalu.
Pengaruh
Budaya Asing Terhadap Kebudayaan Indonesia
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari
diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan
ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi
budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan
oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra
yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti
“individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang
dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut
membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan
menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya
yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan
hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu
kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan
memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala
sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki
oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut
sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi,
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh
pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat
pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran
manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat
nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Unsur Budaya
Menurut Koentjroningrat, unsure-unsur budaya terdiri
atas:
1. Sistem religi dan
upacara keagamaan
2. Sistem dan organisasi
kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Bahasa
5. Kesenian
6. Sistem mata
pencaharian hidup
7. Sistem teknologi dan
peralatan
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok
budaya yang meliputi:
– sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para
anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
– organisasi ekonomi
– alat-alat dan lembaga-lembaga
– organisasi kekuatan (politik)
Macam-macam Kebudayaan
Nilai Budaya Timur
Berbicara tentang nilai budaya timur yang pada intinya
banyak bersumber dari agama. Inti kepribadian manusia timur terletak pada
hatinya. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi, intuisi, intelegansi dan
perasaan.
Pemikiran timur lebih menekankan unsure terdalam dalam
jiwa. Macam-macam kebudayaan yang memiliki nilai timur lebih menekankan
disiplin mengendalikan diri, sederhana, tidak mementingkan dunia. Sesuatu yang
baik menurut budaya timur tidak hanya dalam dunia benda, tidak dengan
memanipulasi alam, atau mengubah masyarakat mencari ksenangan dirinya.
Sesatu yang baik menurut budaya timur adalah sesuatu
yang diperoleh melalui pencarian zat yang satu, did lam diri kita atau di
luarnya. Jalan untuk memperoleh hikmah keselamatan dan kebebasan diri dari
penderitaan dunia tidak terletak pada akal budi, tetapi melalui meditasi,
beribadah, atau tirakat.
Indonesia sebagai bagian dari wilayah timur yang
menganut kebudayaan timur, harus mementingkan kerohanian, perasaan, gotong-royong
dan menjaga keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam,
dan manusia dengan Tuhan. Itulah sebabnya macam-macam kebudayaan yang dimiliki
indonesi memiliiki criteria tyang sama dengan nilai-nilai budaya timur.
Permasalahannya yang kemudian muncul adalah pengaruh
budaya barat yang mulai mengena. Unsur budaya barat hendaknya diserap secara
selektif dan hati-hati. Kemajuan barat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
patut kita tiru. Adapun bentuk budaya barat berupa sikap gaya idup mewah,
individualism, dan jauh dari kehidupan agamma tida patut untuk dicontoh.
Nilai Budaya Barat
Macam-macam kebudayaan yang dimiliki oleh budaya barat
cenderung merupakan sisi kebalikan dari nilai-nilai budya timur. Budaya barat
lebih menekankan dunia objektif dibandingkan perasaan sehingga hasil ola
pemikirannya membuahkan sains dan teknologi. Nilai budaya barat lebih
ditekankan pada pikiran. Barat hanya meyakini sesuatu yang masuk akal saja,
sehingga ritual keagamaan dipandang sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
Kehidupan barat lebih terpikat pada kemajuan material
dan hidup. Barat hidup dalam dunia teknis dan ilmiah sehingga mereka menganggap
pikiran nilai-nilai hidup yang meminta kepekaan hati sebagai sesuatu yang tidak
bermutu. Nilai-nilai seperti itu sebagian besar memang tampak pada macam-macamm
kebudayaan barat.
Dampak Masuknya Budaya Asing ke Indonesia
Masuknya budaya asing ke indonesia disebabkan salah
satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni indonesia. Pengaruh
tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu
saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem
kebudayaan masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut
menyebabkan terjadinya goncangan budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan
dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang
datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat
yang bersangkutan.
Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan
secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat
menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan
nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan
budaya.
Teknologi yang berkembang pada era globasisasi ini mempengaruhi karakter sosial
dan budaya dari lingkungan sosial . Menurut Soerjono Soekanto (1990)
masuknya budaya asing ke indonesia mempunyai pengaruh yang sangat peka serta
memiliki dampak positif dan negatif.
1) Dampak Positif
Modernisasi yang terjadi di Indonesia yaitu
pembangunan yang terus berkembang di Indonesia dapat merubah perekonomian
indonesia dan mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan
makmur. Hal tersebut dihaarapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang
sejahtera baik batin, jasmani dan rohani.
2) Dampak Negatif
Budaya yang masuk ke Indonesia seperti cara
berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai
masalah sosial diantaranya; kesenjangan sosial ekonomi, kerusakan
lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
a) Kesenjangan Sosial Ekonomi
Kesenjangan sosial ekonomi adalah suatu keadaan yang
tidak seimbang di bidang sosial dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Artinya
ada jurang pemisah yang lebar antara si kaya dan si miskin, akibat tidak
meratanya pembangunan. Apabila jurang pemisah ini tidak segera
ditanggulangi dan menimbulkan kecemburuan masyarakat sosial yang dapat
menyebabkan keresahan dalam massyarakat. Kesenjangan sosial itu sendiri akan
mengakibatkan hal- hal berikut ini:
• Lahirnya kelompok kelompok sosial tertentu seperti adanya
pengamen yang banyak berkeliaran di jalanan yang menyebabkan
masyarakat terganggu dan keberadaan pengamen tersebut sering menimbulkan
masalah yang dapat meresahkan masyarakat sekitar disamping itu
juga terdapat kelompok pengangguran yang semakin hari
semakin meningkat jumlahnya dan jika tidak ditanggulangi secara cepat
maka akan menimbulkan kasus atau kriminalitas
b) Kerusakan Lingkungan Hidup
Pencemaran yang terjadi di lingkungan masyarakat menimbulkan dampak
sebagai berikut:
• Polusi udara, menyebabkan sesak nafas,mata pedih, dan
pandangan mata kabur.
• Polusi tanah, menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak.
• Polusi air, menyebabkan air tidak bersih dan tidak sehat
isi
.
c) Masalah Kriminalitas
Kriminalitas adalah perbuatan yang melanggar hukum
atau hal- hal yang bersifat kejahatan, seperti korupsi, pencurian, perkelahian,
pembunuhan, pemerkosaan dan lainnya. Dalam kriminologi kejahatan disebabkan
karena adanya kondisi dan proses- proses sosial yang sama yang menghasilkan
perilaku sosial lainnya. Artinya, terdapat hubungan antara variasi angka
kejahatan dan variasi organisasi – organisasi sosial dimana kejahatan tersebut
terjadi.sebagaimana dikatakan E.H. Sutherland ( dalam Soejono Soekamto, 1990:
367) kriminalitas (perilaku jahat) merupakan proses asosiasi diferensial,
karena apa yang dipelajari dalam proses tersebut sebagai akibat interaksi dalam
pola dan perilaku yang jahat.
d) Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah penyimpangan perilaku yang
dilakukan generasi muda (sekelompok remaja). Misalnya tawuran, perusakan barang
milik masyarakat, penyimpangan seksual, dan penyalahgunaan narkotika serta
obat-obatan terlarang. Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh beberapa
faktor, yaitu faktor eksternal dan internal.
1. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari remaja
atau keadaan pribadi remaja itu sendiri. Misalnya, pembawaan sikap negatif dan
suka dikendalikan yang juga mengarah pada perbuatan nakal. Selain itu,
kenakalan remaja dapat disebabkan karena adanya pemenuhan kebutuhan pokok yang
tidak seimbang dengan keinginan remaja sehingga menimbulkan konflik pada
dirinya dan kurang mampunya si remaja itu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
2. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri
remaja itu artinya, berasal dari lingkungan hidup remaja tersebut. Misalnya
kehidupan keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan, dan media massa.
Seseorangyang hidup dalam keluarga yang tidak harmonis cenderung akan memepnyai
perilaku yang kurang baik dan menyimpang dari norma dan nilai yang berada pada
masyarakat. Misalnya seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar
dapat melarikan diri pada obat-obatan karena ia tidak tahan melihat
pertengkaran orang tuanya.